Mas Jamal dan Mbak Lydia…

Sulit bagi kita untuk mengukur bagaimana sebenarnya suatu rumah tangga dikatakan sukses, yang pasti semua orang akan memberikan penilaian dari aspek bathin, bahwa rumah-tangga yang sukses adalah yang mendatangkan ketenteraman bathin, dan faktanya itu tidak bersifat ajeg dan konstan. Sekali waktu rumah menjadi surga kita, dilain saat berubah menjadi neraka. Kesuksesan juga tidak bisa dilihat dari penampilan fisik ketika pasangan selalu tersenyum di depan umum atau datang menghadiri pesta pernikahan dengan memakai seragam motif batik yang sama dan terlihat kompak.

Karena memakai ukuran bathiniah maka kita tentunya boleh berimajinasi soal pasangan beda agama ini. Bagaimana mungkin mas Jamal yang beragama Islam bisa diwaktu bersamaan menyatakan mencintai Allah sekaligus mencintai orang yang dimurkai oleh Allah..?? Islam jelas menyatakan bahwa ‘telah kafir-lah orang yang menyatakan Isa bin Maryam adalah Allah’, dan ‘Allah sangat murka kepada orang kafir’. Bagaimana dalam bathin si suami isi hati yang bertentangan ini bisa dikompromikan, maka yang bisa dilakukan adalah mengorbankan salah-satunya karena hati tidak bisa ditipu.

Sebaliknya si istri, ketika terbangun dari tidur malam melihat si suami disampingnya terlelap, dalam keyakinannya suami yang menyangkal Yesus adalah Tuhan tidak akan menjadi orang yang diselamatkan dalam iman Kristen, tidak bakalan masuk surga berkumpul bersama Bapa. Lalu bagaimana si istri bisa hidup nyaman mendampingi suami yang ‘bernasib malang’ seperti itu…??

Kecuali kalau keduanya sudah berganti keyakinan menjadi pemeluk ‘agama’ pluralis dan menyatakan semua pemeluk ajaran agama punya ‘kapling’ masing-masing di surga, dan ini jelas sudah tidak relevan lagi dengan model pernikahan beda agama karena ‘agama’ mereka sudah sama.

Saya tidak melihat fenomena ini berdasarkan kaedah fiqih karena itu bisa panjang ceritanya, tapi menilai berdasarkan kondisi hati dan keimanan. Maka ‘contoh sukses’ pernikahan beda agama yang dilakukan pasangan ini bisa menjadi bukti yang menipu, namun sebagai orang yang selalu menginginkan kebaikan bagi pihak lain, kita mendo’akan agar pasangan ini diberi hidayah oleh Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s