Alasan Logis menolak Irshad Manji..

Dalam kunjungannya yang kedua kali ke Indonesia ini Irshad Manji kelihatannya ketemu batunya. Rencana ‘tauziah’nya di Jakarta dan Solo mendapat reaksi yang keras dari beberapa kalangan umat Islam yang terusik dengan materi ceramah, sebagai bagian dari promosi bukunya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.

Sebenarnya menarik fenomena yang kita tangkap dari kedatangan Manji yang secara terang-terangan mengaku sebagai ‘Muslimah lesbian’ ini, karena selayaknya sebagai seorang muslimah, penyakit lesbian yang dideritanya seharusnya diterima sebagai suatu kelainan yang menyimpang dari ajaran agama, sama saja dengan penyakit kejiwaan lainnya seperti kleptomania (kecenderungan untuk mencuri), self-harm/self-injury (gangguan kejiwaan yang punya kecenderungan menyakiti diri sendiri), dll. Anehnya bagi yang bersangkutan dan para pendukungnya di kalangan kaum liberal, kelainan seksual malah dicari pembenarannya dalam ajaran Islam agar bisa diterima dan diakui keberadaannya dalam masyarakat, lalu menyokong terciptanya kondisi sosial yang membolehkan penyimpangan ini dipraktekkan. Ini sama saja dengan pembiaran seorang terhadap seorang yang berpenyakit kleptomania atau self-harm, dengan mengatakan :”Mencuri barang orang lain merupakan dorongan kejiwaan yang tidak bisa ditahan maka kita harus menciptakan kondisi sosial agar sikap tersebut bisa diterima oleh masyarakat karena menyangkut kebebasan individu dan naluri seseorang..”, atau mengatakan :”Menyakiti diri sendiri merupakan hak individu, toh dia tidak mengganggu orang lain karena yang disakiti dirinya sendiri, maka kita harus mengajak masyarakat untuk menerima kenyataan keberadaan orang ini, mendorongnya untuk melaksanakan kebebasan individunya tersebut..”.

Keberadaan kaum lesbian dan homoseksual tentu saja harus diakui, hak-hak sosial mereka seharusnya dilindungi sepanjang bukan terkait dengan usaha pembenaran naluri menyimpang tersebut. Mereka tidak boleh dilarang untuk berpolitik, atau bicara soal ajaran agama, ikut dalam kegiatan sosial, dll. Namun kalau sudah kebablasan untuk mencari pembenaran dalam ajaran Islam dan malah berusaha menciptakan kondisi masyarakat agar mau menerima kaum ini menyalurkan hasrat menyimpangnya, tentu saja harus ada perlawanan dari umat Islam. Benar seperti tulisan Adian Husaini dalam Catatan Akhir Pekan yang membicarakan soal Irshad Manji ini, yang menyarankan agar Manji pergi berobat untuk menyembuhkan penyakitnya, seharusnya dukungan seperti itulah yang perlu diberikan kepada dia.

Pernyataan Gunawan Muhammad yang menyebut bahwa kedatangan Irshad Manji sekarang ini bukan berkaitan dengan sikapnya terhadap pembenaran naluri lesbiannya merupakan suatu ucapan yang berusaha melokalisir permasalahan, karena bisa saja materi buku yang sedang dipromosikan tersebut memang tidak berbicara soal itu, namun reaksi umat Islam didasari oleh gambaran menyeluruh dari seorang Irshad Manji, bukan hanya terkait dengan buku karangannya saja, bahwa selama bertahun-tahun dia wara-wiri memelintir ajaran Islam untuk mendukung naluri menyimpang yang ada dalam dirinya, atas dasar itulah umat kemudian bereaksi menentang kedatangan ‘si lesbong’ ini ke Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s