Syaitan bekerja di stadion sepakbola..

Jangan tanya kegemaran masyarakat soal sepakbola, pengetahuan kebanyakan orang tentang klub, para pemain, pelatih, peringkat negara jauh lebih tinggi dibandingkan pemahaman soal ajaran agama. Anak kecil juga ngerti siapa itu Lionel Messi, bagaimana kekuatan Real Madrid, siapa pelatih MU bahkan sampai kepada hal yang detail misalnya tentang sejarah prestasi klub, dan pernak-pernik kejadian kecil semacam David Beckam yang jidatnya luka dilempar sepatu oleh Alex Ferguson diruang ganti.

Kecenderungan orang Indonesia terhadap kesebelasan nasional-pun tidak diragukan. Sering kecewa dan mencaci-maki karena kalah melulu, namun pada kejuaraan berikut semuanya terlupakan. Orang-orang kembali berduyun-duyun datang ke stadion ataupun cuma nongkrong memelototi layar televisi pada setiap pertandingan kesebelasan nasional. Lalu kembali kecewa karena kalah lagi, anehnya nggak kapok-kapok, besok lusa balik lagi.

Untuk urusan nonton sepakbola secara langsung di stadion inilah, syaitan lalu bekerja karena dia melihat peluang untuk menyesatkan manusia. Boleh dibilang ketika ada pertandingan seru, orang-orang mulai datang sejak pagi hari, bahkan yang berdomosili diluar kota malah datang hari-hari sebelumnya, tidur disekitar stadion, tidak mandi berhari-hari. Pertandingan baru diadakan malam hari, orang sudah antri mulai dari pagi. Lalu bagaimana mengerjakan shalatnya..?? Jawaban yang logis cuma satu : tidak shalat. Kalaupun mau dijamak maka pasti bikin jamak ‘gaya baru’, shubuh, Lohor, ‘Ashar, maghrib, ‘Isya dikumpul jadi satu, nanti dikerjakan setelah pulang kerumah..

Pertandingan sepakbola merupakan ladang potensial bagi syaitan untuk bekerja, ibarat menanam singkong dilahan subur, tinggal ditancepin dan dibiarkan pasti bakalan tumbuh sendiri.

Maka bagi supporter Muslim yang kebetulan tidak bisa menaham hasrat menonton sepakbola langsung di stadion perlu memikirkan hal ini. Anda punya koordinator lapangan yang mengatur distribusi karcis dan kekompakan gerakan untuk mendukung kesebelasan kesayangan, pakai menari dan nyanyian yang terkoordinir. Maka seharusnya kelompok supporter juga bisa mengatur shalat berjamaah di stadion begitu waktu shalat sudah masuk. Jangan khawatir soal tempat, dimana anda duduk disitu lakukan shalat, pakai spanduk untuk alasnya, soal berwudhu kalau menjadi halangan maka bertayamum saja. Buktikan bahwa sekalipun syaitan punya peluang untuk menggoda anda karena kondisi yang memungkinkan, namun dia tetap tidak mampu mengendalikan anda. Dan barangkali dengan demikian kesebelasan kesayangan yang anda dukung bisa menang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s