Membeli tiket ke surga..

Sebagian orang bertanya tentang adanya hadits Rasulullah yang menyatakan ‘Tak seorangpun diantara kalian dimasukkan oleh amalnya ke dalam surga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah’, padahal pada ayat-ayat Al-Qur’an banyak disebut kalau surga diperoleh dengan iman dan amal saleh. Selama ini tuduhan yang dialamatkan kepada umat Islam, mereka dicitrakan sebagai sekelompok orang yang sedang menghitung-hitung amal saleh yang dilakukan, apakah sudah memenuhi syarat untuk masuk surga atau belum, ibaratnya sopir angkot yang sudah ditetapkan target oleh juragannya, lalu ketika target sudah tercapai maka si juragan ‘tidak punya pilihan lain’ untuk memberi hadiah atas prestasinya. Hadits ini mementahkan anggapan tersebut, baik berupa tuduhan dari pihak non-Muslim maupun bagi kalangan Muslim yang memang punya pemahaman demikian. Rasulullah jelas menyatakan ‘bukan amal saleh kita yang akan memasukkan kita ke dalam surga’.

Continue reading

Advertisements

Kematian yang indah…

Supaya jangan sampai salah paham perlu saya beritahukan sebelumnya, bahwa informasi tentang hal ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi karena saya belum pernah beranjangsana ke alam kematian, juga bukan berdasarkan cerita dari teman yang pernah travelling kesono. Setahu saya belum pernah ada seorangpun yang pernah jalan-jalan ke alam barzakh, lalu kembali lagi menceritakan pengalamannya. Semua informasi berdasarkan apa yang diberitahukan Allah dan Rasul-Nya lewat Al-Qur’an dan Hadits.

Titik awal manusia bersinggungan dengan alam kematian diistilahkan oleh ajaran Islam sebagai ‘sakharatul maut’, suatu kondisi dikatakan hidup, tapi sudah tidak hidup lagi karena jasad sudah tidak berfungsi, dibilang mati juga belum karena belum dimasukkan ke alam barzakh, tempat roh, atau jiwa, atau apapun istilahnya, menunggu sampai nanti dibangkitkan di akherat. Makanya dalam kondisi ini, sekalipun dikatakan belum masuk ke alam barzakh, namun segala perhitungannya sebagai manusia sudah tidak berlaku lagi, taubat sudah tidak diterima karena pintu kehidupan sudah ditutup. Al-Qur’an menyatakan disaat itulah Allah membukakan tabir alam ghaib, orang-orang bertaqwa mampu melihat ribuan malaikat turun mendekati, mengelilingi, dan berucap :”Jangan takut, jangan sedih dan khawatir, bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah, didalamnya kamu akan mendapatkan segala apa yang kamu inginkan”, lalu para malaikat tersebut menyampaikan tugasnya :”Kami menjadi pelindungmu..”. Ternyata dalam keadaan sakharatul maut, seorang yang bertaqwa sudah diberitahukan tentang nasibnya kelak di akherat, bahwa dia akan dimasukkan kedalam surga. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kita kalau diberitahukan :”Nanti kamu akan dapat hadiah..”, sekalipun hadiah belum ditangan namun perasaan senang dan bahagia pasti sudah muncul.

Continue reading