Menjatuhkan pandangan di Pondok Indah Mall..

Senin kemaren, sebagaimana kegiatan rutin saya yang tinggal di Bandung dan kerja di Jakarta, saya dan istri berangkat agak siangan ke Jakarta. Sampai di tol Cikunir jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan iseng-iseng kami akhirnya memutuskan untuk turun di pintu Tol Lebak Bulus mau mampir ke Pondok Indah Mall di jakarta Selatan. Tadinya sih mau jalan-jalan sambil liat –liat jadwal film kalau ada film yang menarik untuk ditonton, jadi kami bisa nonton sampai sore baru pulang ke Bintaro. Sekalian melaksanakan shalat Dhuhur dan ‘Ashar di mall, karena kami tahu Pondok Indah Mall punya musholla yang bagus dan bersih dilantai III. Setelah memarkir mobil dibasement, kami naik eskalator menuju mall. Di depan kami ada 2 orang cewek yang kelihatannya baru pulang kuliah. Satu hal yang membuat saya harus mengalihkan pandangan kearah lain adalah cara berpakaiannya. Istri saya kelihatannya punya pikiran yang sama, makanya dia berbisik :”Lihat tuh..pakai celananya ketat sekali sampai cetakan celana dalamnya kelihatan, sedangkan yang satu lagi pakai rok jeans mini…”. Kedua cewek tersebut berada di depan kami, dan karena itu adalah eskalator naik dan posisi mereka berada di atas saya, anda bisa membayangkan bagaimana gambaran yang sedang terpampang. Saya harus mengalihkan pandangan dan menunduk sedalam-dalamnya karena memang ada perintah dalam Al-Qur’an. Kami lalu mengambil jalan menghindar dari arah kedua cewek tersebut agar saya tidak terus-terusan ‘terganggu’ dengannya. Ternyata dijalan yang lainpun sama saja, banyak perempuan memakai pakaian seksi, tanktop, celana pendek ketat, kaos ketat buntung, dll. Akhirnya malah selama jalan-jalan di mall saya harus menunduk terus…

Allah menyampaikan dalam Al-Qur’an [24:30] Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya”, dan sebagai seorang Muslim yang ingin sekali dikategorikan sebagai yang beriman, saya tentunya berusaha sekuat tenaga untuk mematuhinya, semata-mata karena Allah. Namun hidup dikota besar saat ini benar-benar membutuhkan perjuangan berat, bukan hanya jalan di mall, bahkan pulang kerumahpun, ketika saya mulai merebahkan diri ditempat tidur dan menyetel televisi, saya harus mengganti-ganti saluran agar bisa mendapatkan acara yang tidak membuat saya harus menjatuhkan pandangan. Selalu ada saja acara baik itu sinetron, infotainment, video clip, bahkan berita yang tidak terlepas dari wanita yang terbuka auratnya. Aturan Al-Qur’an terasa sangat menyiksa saya. Menurut saya, ini karena perempuan, baik sebagai muslimah ataupun bukan, tidak mejalankan aturan yang lainnya, yaitu : [24:31] Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya..“.

Laki-laki dan perempuan diciptakan Allah selalu berada dalam ‘satu paket’, apa yang diperbuat laki-laki selalu akan berakibat kepada perempuan, demikian pula sebaliknya, tidak bisa kita memilah-milahnya. Jadi aturan buat dilaksanakan laki-laki artinya tidak dimaksudkan untuk pihak laki-laki saja, tetapi juga terkait dengan perempuan, aturan buat perempuan bukan berarti hanya urusan perempuan saja, tetapi terkait dengan laki-laki.

Terus-terang saya agak takut menyebar-luaskan pandangan saya ini, takut diserang oleh kaum wanita. Saya melihat perempuan sekarang galak-galak dan bermulut tajam. Lihat saja dalam banyak acara dialog di televisi, mereka berbicara dengan lantang dan sangar, tentang persamaan gender dan hak kaum wanita, bahwa wanita tidak boleh dihalangi untuk mengekspresikan diri termasuk dalam berpakaian. Pernah ada pertanyaan dalam suatu dialog di MetroTV ketika salah seorang tokoh perjuangan hak kaum perempuan ditanya :”Lalu apa yang harus diperbuat kami kaum laki-laki ketika kami harus melihat wanita dihadapan kami berpakaian seksi dan menantang…??”, dengan enaknya si ibu itu menjawab ;”Kalau mau dipandang yaaa dipandang saja, tapi jangan sampai ada suatu tindakan yang menjurus melecehkan si perempuan tersebut…”. Rupanya si Ibu pejuang hak kaum wanita ini mengharuskan laki-laki ‘berjuang sendiri’ untuk mengendalikan hawa nafsunya..

Omongan istri saya berikut ini membuat saya merenung :”Kamu saat ini dalam perjuangan berat mengikuti aturan Allah, keluarga kita yang perempuan semuanya memakai jilbab, saya, anak-anak, ibu, ibu mertua, ipar, Namun ketika kamu keluar rumah, mau tidak mau kamu akan bertemu dengan wanita-wanita yang membuka auratnya, dimana-mana. Semakin kuat kamu mengendalikan diri, semakin teruji iman kamu dan semakin bernilai kamu dimata Allah. Beda halnya kalau kita tinggal ditempat yang memang sudah punya aturan pakaian tertutup bagi wanita, katakanlah di Makkah. kita tidak akan begitu terganggu karena tidak ada aurat wanita di jalanan. Tentu saja kamu akan lebih gampang mengendalikan diri. Jadi bersyukurlah karena kita hidup disini, kelakuan masyarakat menjadi ladang penguji iman buat kamu”.

Saya cuma mengangguk mengiyakan, namun hati saya mengeluh :”Yaa Allah, kemana lagi pandangan ini harus saya alihkan..??”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s