Siapa bilang Allah tidak perlu ditolong..??

Islam adalah salah satu agama yang ajarannya sering menimbulkan salah sangka, terutama bagi orang-orang yang tidak mau mendalami maksud dari suatu perintah, dengan menggali berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan juga hadits yang memperkuatnya. Salah satu ajaran tersebut adalah soal : menolong Allah. Salah-sangka ini, terutama yang datang dari pihak non-Muslim (bahkan juga dari sebagian Muslim yang rada ‘minder’ dengan ayat-ayat Allah yang memerintahkan untuk ‘menolong Allah’  ini) berangkat dari cara berpikir yang ‘kelihatannya’ masuk akal : “Tuhan adalah sesuatu yang Maha Berkuasa, Maha Perkasa, dll maka Dia mampu melindungi diri-Nya sendiri, tidak butuh bantuan makhluk. Buat apa Tuhan menciptakan makhluk dan memerintahkan mereka untuk menolong-Nya dari serangan makhluk yang lain..??”. Jadi pikiran ini muncul dari logika : sesuatu yang membutuhkan pertolongan artinya dia adalah lemah.

Pertanyaannya adalah : ketika Allah memerintahkan seorang Muslim untuk menolong-Nya, apakah itu harus selalu dikatakan ‘Allah membutuhkan’, dan sebagai suatu kelemahan..?? Disini letak sumber kesalahannya…

Continue reading

Advertisements

Ketika Allah menyatakan kedekatan-Nya kepada kita..

Mungkin kita pernah bertanya kalau kita memang diciptakan Allah untuk melaksanakan penghambaan kepada-Nya, lalu mengapa harus ada ritual ibadah sunnah, selain pelaksanaan ibadah wajib..?. Ibadah sunnah adalah ritual dengan ketentuan ‘apabila dikerjakan mendapat pahala, kalau tidak dikerjakan tidak beresiko apa-apa’. Rasulullah mencontohkan selain shalat wajib 5 waktu, kita juga dianjurkan untuk shalat sunnah 2 rakaat sebelum Shubuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Dhuhur, 2 rakaat setelah Dhuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah ‘Isya. Lalu ada qiyamul lail (shalat malam) 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat, shalat dhuha diwaktu pagi 2 sampai 8 rakaat. Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, ada puasa sunnah Senin-Kamis, atau yang punya ‘hobby’ berpuasa bisa melaksanakan puasa Daud, sehari puasa sehari tidak. Ada infaq dan sadaqah selain zakat wajib, ada umroh selain kewajiban berhaji. Lalu kalau kita diciptakan ke dunia untuk menyembah Allah, mengapa tidak ditetapkan saja semua hal tersebut menjadi suatu kewajiban, toh banyak orang yang sanggup melakukannya secara konsisten…?

Continue reading