Menantang diri sendiri untuk melakukan ibadah terbaik..

Seseorang berniat mau berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat fardhu berjamaah, katakanlah di waktu ‘Isya atau Shubuh, namun mendadak turun hujan deras menghalangi langkahnya untuk pergi. Wajarnya kita tentu punya pikiran untuk melaksanakan shalat fardhu dirumah saja karena memiliki alasan yang kuat untuk itu. Namun orang ini ternyata berpikiran lain :”Kalau saya membatalkan kepergian saya ke masjid maka logikanya semua orang mempunyai pikiran yang sama, lalu siapa lagi yang akan mengisi masjid untuk shalat fardhu berjamaah…?”. Akhirnya dia memilih untuk mengambil payung menerobos hujan deras, mengangkat ujung celana, berangkat juga ke masjid.

Sesampai disana dengan ujung celana yang basah, dan ternyata tepat apa yang dia duga, peserta shalat fardhu hanya 2 orang, dia sendiri dan si penjaga masjid…

Ketika selesai shalat berjalan keluar melewati pintu masjid, wajahnya tertengadah ke langit, dengan mata berkaca-kaca mengucap lirih :” Yaa..Allah, hamba lakukan ini semata-mata mengharapkan ridho dari-Mu, agar Engkau mau menyayangi dan mengasihi hamba, maka limpahkanlah Kasih Sayang-Mu kepada hamba ini..”. Ada keyakinan kuat karena merasa telah memberikan peribadatan yang terbaik, yang tidak akan bisa dilakukan oleh semua orang.
Continue reading

Advertisements