Kaum sufi di waktu shubuh..

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid di kegelapan malam bahwa mereka akan beroleh cahaya yang sempurna di hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah di dalam kitab shahihnya, dan Imam Hakim).

Menarik apa yang saya amati dari jemaah shubuh saya pagi ini. Beberapa mereka yang konsisten shalat ke masjid terdiri dari orang-tua yang sudah punya problem dengan kesehatan, ada yang sudah terkena stroke dan di operasi, kondisi yang sering ambruk, bahkan ada yang pernah pingsan ketika shalat, ada juga yang bermasalah dengan diabetes, jantung, prostat, dll. Kondisi kesehatan ini jelas bukan sesuatu yang nyaman untuk setiap pagi buta pergi ke masjid melaksanakan shalat shubuh berjamaah.

Cuaca belakangan ini juga tidak bersahabat karena sering hujan, jalan di kompleks perumahan yang banyak berlubang memunculkan perjuangan tersendiri untuk berjalan mencapai masjid akibat lumpur yanhg ditimbulkannya. Dari cerita jamaah, sudah ada 4 orang yang jatuh terpeleset bahkan sampai terkilir.
Continue reading

Advertisements

Mereka yang akan menyeret kita ke neraka..

Nabi bersabda, “Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak memiliki harta benda”. Kemudian Rasulullah berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zhalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikannya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka yang didzalimi ditimpakan kepadanya, dan pada akhirnya dia dilemparkan kedalam neraka (Shahih Muslim No.4678, Tirmidzi No. 2342)

Siapakah kira-kira yang dimaksud ‘orang lain’ yang disebut dalam hadits tersebut? Apakah mungkin mereka itu orang yang tinggalnya jauh dari kita.? Misalnya anda yang tinggal di Indonesia, maka ‘orang lain’ yang dimaksud Rasulullah adalah Mr. Smith di Amerika Serikat, atau Nakamura-san di Tokyo, Mr. Mugabe di Afrika..? Lalu kapan adanya kesempatan kita berinteraksi dengan mereka sehingga memunculkan kedzaliman dan sikap menyakiti..?. Bagaimana mungkin bisa dikatakan kita melakukan dosa padahal kenalpun tidak..?.

Continue reading

Menantang diri sendiri untuk melakukan ibadah terbaik..

Seseorang berniat mau berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat fardhu berjamaah, katakanlah di waktu ‘Isya atau Shubuh, namun mendadak turun hujan deras menghalangi langkahnya untuk pergi. Wajarnya kita tentu punya pikiran untuk melaksanakan shalat fardhu dirumah saja karena memiliki alasan yang kuat untuk itu. Namun orang ini ternyata berpikiran lain :”Kalau saya membatalkan kepergian saya ke masjid maka logikanya semua orang mempunyai pikiran yang sama, lalu siapa lagi yang akan mengisi masjid untuk shalat fardhu berjamaah…?”. Akhirnya dia memilih untuk mengambil payung menerobos hujan deras, mengangkat ujung celana, berangkat juga ke masjid.

Sesampai disana dengan ujung celana yang basah, dan ternyata tepat apa yang dia duga, peserta shalat fardhu hanya 2 orang, dia sendiri dan si penjaga masjid…

Ketika selesai shalat berjalan keluar melewati pintu masjid, wajahnya tertengadah ke langit, dengan mata berkaca-kaca mengucap lirih :” Yaa..Allah, hamba lakukan ini semata-mata mengharapkan ridho dari-Mu, agar Engkau mau menyayangi dan mengasihi hamba, maka limpahkanlah Kasih Sayang-Mu kepada hamba ini..”. Ada keyakinan kuat karena merasa telah memberikan peribadatan yang terbaik, yang tidak akan bisa dilakukan oleh semua orang.
Continue reading

Pak ustadz, apakah saya akan berkumpul kembali dengan suami di surga..??

Ustadz kondang di Bandung, bp. Athian Ali, pernah menyampaikan dalam satu kesempatan ceramahnya, sering pertanyaan ini disampaikan oleh ibu-ibu majelis taklim :”Apakah saya bisa kembali bertemu dan hidup bersama suami saya di surga nanti..??”, sambil tertawa meledek pak ustadz lalu melanjutkan bahwa sudah puluhan tahun dia menjadi ustadz, belum pernah sekalipun ada pertanyaan yang sama datang dari bapak-bapak. Tentu saja hal ini kemudian mengundang ketawa para pendengarnya, terutama para bapak-bapak yang hanya bisa nyengir. Mungkin pertanyaan ini diajukan karena adanya hadist yang bisa memancing kecemburuan para istri tentang apa yang akan diperoleh suami-suami mereka nanti di surga :

Tirmizi dan Ibn Majah meriwayatkan sebuah isnad yang shahih dari Al-Miqdam ibn Ma’dikarib radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Seorang syuhada akan memperoleh tujuh kehormatan dari Allah subhanahu wa ta’ala: ia akan dimaafkan sejak tetesan pertama darahnya; kepadanya akan diperlihatkan tempatnya di surga; ia akan dilindungi dari adzab kubur; ia akan dibebaskan dari adzab hari kiamat; di atas kepalanya akan ditaruh mahkota keagungan dengan batu mulia yang lebih baik daripada dunia dan segala isinya; ia akan dinikahkan dengan 72 bidadari surga; dan ia akan diizinkan untuk memberikan pertolongan (syafaat) kepada 72 orang kerabatnya. (Misykat al-Masabih, III, hlm. 357, no.3834).

Bisa kita gambarkan isi hati para ibu-ibu dengan bahasa gaul :”Lha..suami gua enak-enak dikeroyok puluhan bidadari di surga, mosok gua hanya bisa manyun saja menonton…??”.

Al-Qur’an mengajarkan bahwa hubungan antar manusia di akherat kelak berbeda dengan apa yang ada di dunia ini :

[23:101] Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
Continue reading

Poligami..??, itu makanan berkolesterol tinggi..

“Makanan berguna untuk kelangsungan hidup anda, makanan bisa menghasilkan energi untuk anda beraktifitas, kalau anda tidak makan dalam waktu yang lama, anda bisa dalam bahaya. Namun dari berbagai jenis makanan, terdapat makanan yang berkolasterol tinggi, seperti jeroan, dll. Kalau anda tidak punya ketahanan tubuh untuk menerima makanan tersebut, lebih aman kalau anda makan makanan jenis lain, seperti daging, kolasterolnya lebih rendah. Namun kalau anda juga punya tubuh yang rentan, mungkin berpotensi tinggi terhadap diabetes dan darah tinggi, sebaiknya anda makan yang lebih aman, sayuran dan ikan-ikan. Itu lebih baik dan sehat buat anda”.

Logisnya, sekalipun anda termasuk punya tubuh yang kuat, mungkin karena anda adalah olahragawan terlatih, anda tentu memprioritaskan untuk makan makanan yang paling aman, yaitu sayuran dan ikan. Tetapi suatu waktu anda juga bisa mengkonsumsi makanan berkolasterol tinggi karena beberapa alasan, antara lain :

1. Anda merasa tubuh anda SANGGUP untuk mengkonsumsinya..
2. Bisa juga karena SELERA (NAFSU) makan anda mendorong anda sehingga sekalipun mengerti apa resikonya, jeroanpun anda sikat juga.
3. Bisa juga karena anda BUTUH makan makanan beresiko tinggi tersebut, karena aktifitas anda memang membutuhkan masukan makanan yang berenergi tinggi.
4. Bisa juga karena makanan tersebut sudah diletakkan diatas meja, kalau ada tidak memakannya akan membusuk dan mengganggu lingkungan, sedangkan anda TIDAK PUNYA ALTERNATIF untuk membuangnya.

Namun, tindakan paling logis yang anda lakukan adalah : ANDA AKAN MENGKONSUMSI MAKANAN YANG AMAN, karena nasehat orang tadi memang mengarahkan anda untuk mengkonsumsi makanan yang aman.

Continue reading