Shalat berjamaah; all for one, one for all..

Mumpung lagi ribut soal sepakbola piala Eropah, kesempatan saya ingin bicara soal sepakbola…

Dalam suatu kesebelasan yang sedang bertanding, faktor perubahan kondisi setiap pemain selalu menentukan. Lumrah dalam jangka waktu 2 x 45 menit seorang pemain punya performance yang tiba-tiba menurun dalam beberapa menitnya, lalu pada masa selanjutnya mendadak menjadi ‘beringas’, demikian silih berganti untik setiap pemain. Bisa terjadi ketika si striker dalam kondisi letih lesu, gelandang menyerangnya yang ‘on-fire’, maka serangan dan tendangan ke arah gawang lawan akan banyak dilakukan oleh si gelandang menyerang tersebut. Lalu pada menit-menit berikutnya keadaan berubah, giliran striker yang segar-bugar, si gelandang yang ‘adem-ayem’, si striker yang bakalan dikasih umpan-umpan matang untuk menjebloskan gawang lawan. Pemain sayap kiri mendadak bengong, serangan dialirkan lewat sayap kanan, giliran yang kanan mandeg, bola lebih sering dioper ke pemain kiri. Disitulah letak dinamika suatu team kesebelasan, sehingga pertandingan enak ditonton. Ketika suatu kesebelasan mampu mengelola dinamika turun-naiknya performance para individu yang terlibat didalamnya, maka hasil akan dicapai berupa kemenangan yang manis. Siapa yang akan menikmati kemenangan tersebut..?? seluruh pemain, bahkan  pemain cadangan juga ikut. Ketika pemilik club memberikan bonus sebagai hadiah atas kemenangan tersebut, semuanya kebagian, semuanya happy..

Continue reading

Advertisements