Menanti orang Liberal makan babi..

Dari dulu pokok-pokok pikiran kaum liberal sama saja, bahwa berdasarkan nilai-nilai yang dianut dijaman sekarang ini soal HAM dan hak individu, kesetaraan gender, kebebasan, demokrasi, dan penentangan terhadap sikap yang memaksa atau juga kekerasan, maka mereka memilah-milah mana dari praktek ajaran Islam yang selama ini dijalankan, masih bisa diterima, dan mana yang harus ditolak karena sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai ‘universal’ tersebut. Sepuluh tahun lalu Ulil Abshar menulis di koran Kompas, bahwa : jilbab, hukuman potong tangan, cambuk, qishash, rajam, jenggot, celana cingkrang, waris, dll merupakan praktek ajaran Islam yang sudah kedaluarsa, alasan yang dipakai adalah karena itu merupakan produk budaya Arab. Jilbab misalnya harus ditafsirkan berpakaian sesuai norma-norma kesopanan yang ada pada masyarakat sekarang. Ini malah berakibat batasan soal aurat menjadi tidak ada lagi. Bagi masyarakat tertentu aurat hanyalah disekitar alat kelamin, maka nilai kesopanan mereka jelas berbeda dengan masyarakat yang punya ukuran lain. Padahal ayat Al-Qur’an tentang aturan ini jelas menyatakan batasan mana bagian tubuh yang harus ditutupi dan mana yang boleh dibuka, jelas tidak ada urusannya dengan budaya Arab.

Continue reading

Advertisements