Jangan remehkan soal pemakaian simbol..

Saya akan bercerita bagaimana suatu simbol bekerja mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia. Silahkan lihat foto disebelah ini..

Bayangkan diri anda suatu ketika bermain-main ke mall yang ramai di Jakarta, tempat nangkring anak-anak muda termasuk para wanita tuna susila (WTS) pencari mangsa yang gampang kita temui disana. Kalau anda belum tahu soal ini, sekarang saya kasih tahu, tapi sssttt… ini informasi khusus buat anda saja, jangan disebar-sebarin sama orang lain. Mall adalah tempat yang biasa dipakai oleh WTS untuk mencari mangsa, selain mereka punya tempat lokalisasi untuk menunggu pelanggan, istilahnya mereka juga punya strategi ‘jemput bola’, berusaha mendekatkan diri ke lokasi customer. Sulit untuk membedakan mereka dengan ‘wanita biasa’ karena para WTS ini memakai pakaian (artinya memakai simbol) yang sama dengan wanita lain, atau mungkin juga sebaliknya, saya kurang tahu. Disamping itu mall juga suka dijadikan ajang buat para laki-laki pencari mangsa, yang mengincar wanita-wanita muda yang memang banyak bertebaran disana. Jadi kalau anda melihat ada oom-oom lagi duduk sendiri di teras sebuah cafe, dengan mata jelalatan kiri-kanan memelototi perempuan yang melintas lewat, kemungkinan itu orangnya. Ini ibarat ‘botol ketemu tutup’, ada demand ada supply, maka transaksi bisa terjadi.

Continue reading

Advertisements