Ketika Iblis tidak lagi bisa memprotes anda..

Islam mengajarkan, disaat kita mati maka semua manusia membawa 2 koper bekal untuk dipertanggung-jawabkan pada fase kehidupan selanjutnya. Kedua koper tersebut masing-masing berisi pahala dan dosa, sebagai nilai ‘konversi’ dari perbuatan baik maupun buruk yang kita lakukan selama hidup di dunia. Semua manusia tanpa terkecuali membawa bekal tersebut, bedanya mungkin terletak pada kuantitas dan kualitas pahala dan dosa. Ada manusia yang koper pahalanya terisi penuh dan sebaliknya koper dosanya cuma terisi setengahnya. Ada juga yang membawa dosa namun karena sempat bertaubat dan diterima Allah maka bekalnya tersebut kelak sudah tidak lagi diperhitungkan. Namun semuanya pasti membawa kedua koper tersebut.

Islam juga mengajarkan bahwa manusia yang masuk kategori sebagai penghuni surga bukanlah manusia yang selama hidupnya tidak pernah berbuat dosa, sebaliknya calon penghuni neraka juga bukan manusia yang tidak pernah berbuat kebaikan. Al-Qur’an menginformasikan bahwa semua perbuatan kita, sekalipun sebesar ‘zarrah’ akan dihitung tanpa terkecuali. Maka selain keimanan yang ada dalam qalbu, semua catatan perbuatan baik dan buruk tersebut akan ditimbang, ada proses ‘off-set’ antara pahala dan dosa, pahala menghapus dosa, dan sebaliknya dosa juga menghapus pahala, lalu kita tinggal menunggu bagaimana hasil akhirnya. Menghitung keseimbangan pahala dan dosa juga tidak hanya berurusan dengan soal kuantitas dari perbuatannya saja, kualitas juga memegang peranan. Jangan menganggap remeh dosa kecil, anda misalnya menganggap menyebarkan paku di jalanan hanya perkara sepele, namun bisa membuat bus yang isinya puluhan orang terguling, atau melukai seseorang dan berakibat kena tetanus, orang tersebut kemudian menderita bertahun-tahun karenanya. Bisa dibayangkan berapa catatan dosa yang mesti anda terima..

Continue reading

Advertisements