Membeli tiket ke surga..

Sebagian orang bertanya tentang adanya hadits Rasulullah yang menyatakan ‘Tak seorangpun diantara kalian dimasukkan oleh amalnya ke dalam surga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah’, padahal pada ayat-ayat Al-Qur’an banyak disebut kalau surga diperoleh dengan iman dan amal saleh. Selama ini tuduhan yang dialamatkan kepada umat Islam, mereka dicitrakan sebagai sekelompok orang yang sedang menghitung-hitung amal saleh yang dilakukan, apakah sudah memenuhi syarat untuk masuk surga atau belum, ibaratnya sopir angkot yang sudah ditetapkan target oleh juragannya, lalu ketika target sudah tercapai maka si juragan ‘tidak punya pilihan lain’ untuk memberi hadiah atas prestasinya. Hadits ini mementahkan anggapan tersebut, baik berupa tuduhan dari pihak non-Muslim maupun bagi kalangan Muslim yang memang punya pemahaman demikian. Rasulullah jelas menyatakan ‘bukan amal saleh kita yang akan memasukkan kita ke dalam surga’.

Continue reading

Mencatut al-jamaah; satu-satunya golongan yang masuk surga..

Hadits ini sangat populer terutama dikalangan kelompok yang punya ‘hobby’ mengkafirkan golongan Islam lain yang bukan termasuk anggota kelompoknya, bahwa Rasulullah mengatakan kelak umat Islam terpecah menjadi 73 golongan (dalam hadits lain disebut 72 atau 71) dan hanya 1 golongan yang bakalan masuk surga. Dalam banyak jalur periwayatannya (sekurangnya ada 15 jalur) menyatakan kelompok yang masuk surga disebut beliau sebagai ‘al-jamaah’. Dalam periwayatan lain disebutkan kriterianya yaitu ‘ialah golongan yang mengikuti jejakku dan jejak para Shahabatku’. Berdasarkan ini, sebagian orang lalu bikin rombongan, tidak lupa mencantelkan nama kelompoknya dengan kata ‘al-jamaah’ atau juga sebutan untuk para sahabat Rasulullah, yaitu ulama salafi/terdahulu, maka bermunculan organisasi dengan nama ‘Jamaah anu’, atau juga ‘Jamaah Salafiyah’. Tujuannya tentu saja agar termasuk 1 kelompok yang disebut Rasulullah bakalan masuk surga.  Karena hadits tersebut menyatakan kelompok yang berada diluar ‘al-jamaah’ tersebut dikatakan tidak akan masuk surga, maka anggota organisasi ini punya landasan dalil untuk mengkafirkan dan menyatakan pihak diluar kelompok mereka sudah tersesat. Cuma karena kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai ‘ahli surga’ ini tidak satu, maka antara sesama ‘pewaris surga’ juga mengkafirkan pewaris surga yang lain, jadilah dagelan besar di dunia Islam..

Continue reading