Harta haram dan do’a yang dicuekin Allah..

Rasululllah bercerita tentang seorang pengembara yang telah melakukan perjalanan jauh, berambut kusut dan pakaian berdebu. Kondisinya menunjukkan bagaimana penderitaan yang sudah diterimanya dalam waktu sekian lama, perjalanan jauh menunjukkan bahwa dia tidak memiliki tempat berdiam yang nyaman dan tetap, rambut kusut menggambarkan sudah tidak ada lagi waktu memikirkan diri sendiri, dan pakaian lusuh dan berdebu memperlihatkan kefakirannya. Ditengah padang pasir tandus dia menengadahkan kedua tangannya kelangit, memasrahkan diri kehadirat ilahi, seraya berseru :”Wahai Rabb…, wahai Rabb….”, namun do’a tidak berjawab…

Para sahabat yang mendengar kisah tersebut berkata :”Tidak mungkin Allah tidak mendengarkan do’a hamba-Nya yang sengsara tersebut, dia sudah berjalan jauh mencari Allah, mengalami penderitaan yang sangat berat, tidak lagi sempat memikirkan dirinya sendiri….”. Rasulullah berkata :”Bagaimana Allah mengabulkan do’a orang tersebut karena dalam dirinya mengalir darah dari minuman yang haram, dalam dagingnya mengendap makanan yang haram, tenaga dan pikirannya dihasilkan dari sesuatu yang haram…??”.

(Cerita bebas bersumber dari hadist Rasulullah)

Dari Abu Hurairah –Radhiallahu ‘Anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah –Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman:

“Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih” (QS. Al-Mukminuun: 51).

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 172).

Continue reading

Advertisements