Tidak ada dialog dalam penyebaran ideologi, termasuk ideologi liberal..

Selama ini kita dicekoki tentang nilai-nilai kebebasan yang terkandung dalam ideologi liberal, bahwa kebebasan untuk berekspresi dan mengemukakan pendapat merupakan nilai integral dari paham tersebut, lalu mengambil  bentuknya menjadi kegiatan dialog, tidak ada indoktrinasi, kebebasan berpendapat, suasana yang menunjukkan kesetaraan, saling memberikan masukan. Padahal itu hanya omong kosong. Penyebaran liberalisme sama saja dengan yang dilakukan oleh paham lainnya seperti komunisme, fasisme, sosialisme. Ideologi bukan datang dari ruang hampa lalu diterima sebagai suatu pemahaman melalui kebebasan individu dalam menerima sesuatu, ideologi bersifat subjektif makanya harus ‘ditanamkan’ agar orang-orang memutuskan untuk menerima satu ideologi dan menolak ideologi lain. Termasuk juga liberalisme, paham tersebut harus ditanamkan agar orang menerima kebebasan sebagai suatu kebenaran dan menyatakan paham yang tidak liberal adalah salah.

Continue reading

Advertisements