Jika Tuhan itu ada, Dia pasti bicara tentang diri-Nya..

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (al-Anfaal 2)

Dulu saya pernah mendapat satu pertanyaan tentang Tuhan :”Apakah bisa Tuhan yang Maha Berkehendak dan Maha Adil untuk berkehendak tidak adil..?”. Ini pertanyaan khas orang yang kurang kerjaan memang, sama seperti halnya pertanyaan :”Apakah Tuhan yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa bisa menciptakan sebuah batu yang tidak kuasa untuk diangkat-Nya..?”.

Al-Qur’an sendiri menyatakan bahwa pemahaman tentang keberadaan Tuhan dalam diri manusia sudah ditanamkan sejak manusia belum dilahirkan :

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (al-A’raaf 172)

Continue reading

Advertisements