Informasi dari Allah..

Katakanlah ada seorang penulis buku, saya ambil contoh Karl Marx, dedengkot kaum komunis kelas dunia. Marx suatu ketika memiliki gagasan/ide tentang komunisme, sebagai suatu reaksi yang ada dalam pikirannya melihat ketimpangan masyarakat yang menganut paham kapitalisme yang sangat memeras dan memperalat kaum buruh. Sebelum gagasan/ide tersebut dituangkannya dalam sebuah buku yang kelak diberi judul Das Kapital, maka isi buku tersebut masih tersimpan di kepalanya, orang bilang masih dalam bentuk sinyal-sinyal listrik yang bekerja di otak Marx, belum berbentuk tulisan, huruf A, B, C, dst. Jadi kalau waktu itu kepala Karl Marx anda bedah, tidak bakalan ketemu susunan huruf tersebut disana. Sampai saatnya dedengkot komunisme ini merasa memiliki waktu dan kesempatan untuk menuangkan gagasan/ide tersebut kedalam sebuah buku, maka dia mulai menulis. Yang akan terjadi adalah gagasan/ide tersebut yang sebelumnya masih berbentuk sinyal-sinyal listrik yang ada di kepala Marx, disebarkan (saya tidak mengistilahkan : dipindahkan) ke dalam susunan huruf yang memiliki makna, membentuk kata dan kalimat, maka yang terjadi adalah gagasan/ide tersebut terkandung dan termuat dalam buku, yang diberinya judul : Das Kapital, isinya berbicara soal ide komunisme dan sosialisme sebagai reaksi dari paham kapitalisme yang mencengkeram masyarakat pada waktu itu.

Continue reading

Advertisements