Poligami..??, itu makanan berkolesterol tinggi..

“Makanan berguna untuk kelangsungan hidup anda, makanan bisa menghasilkan energi untuk anda beraktifitas, kalau anda tidak makan dalam waktu yang lama, anda bisa dalam bahaya. Namun dari berbagai jenis makanan, terdapat makanan yang berkolasterol tinggi, seperti jeroan, dll. Kalau anda tidak punya ketahanan tubuh untuk menerima makanan tersebut, lebih aman kalau anda makan makanan jenis lain, seperti daging, kolasterolnya lebih rendah. Namun kalau anda juga punya tubuh yang rentan, mungkin berpotensi tinggi terhadap diabetes dan darah tinggi, sebaiknya anda makan yang lebih aman, sayuran dan ikan-ikan. Itu lebih baik dan sehat buat anda”.

Logisnya, sekalipun anda termasuk punya tubuh yang kuat, mungkin karena anda adalah olahragawan terlatih, anda tentu memprioritaskan untuk makan makanan yang paling aman, yaitu sayuran dan ikan. Tetapi suatu waktu anda juga bisa mengkonsumsi makanan berkolasterol tinggi karena beberapa alasan, antara lain :

1. Anda merasa tubuh anda SANGGUP untuk mengkonsumsinya..
2. Bisa juga karena SELERA (NAFSU) makan anda mendorong anda sehingga sekalipun mengerti apa resikonya, jeroanpun anda sikat juga.
3. Bisa juga karena anda BUTUH makan makanan beresiko tinggi tersebut, karena aktifitas anda memang membutuhkan masukan makanan yang berenergi tinggi.
4. Bisa juga karena makanan tersebut sudah diletakkan diatas meja, kalau ada tidak memakannya akan membusuk dan mengganggu lingkungan, sedangkan anda TIDAK PUNYA ALTERNATIF untuk membuangnya.

Namun, tindakan paling logis yang anda lakukan adalah : ANDA AKAN MENGKONSUMSI MAKANAN YANG AMAN, karena nasehat orang tadi memang mengarahkan anda untuk mengkonsumsi makanan yang aman.

Continue reading

Hai suami..! Berjalan pincang menuju neraka, mau..!!?

Sepasang suami istri datang menghadap hakim, mengadukan masalah mereka bahwa si suami berniat mau berpoligami. Islam mengajarkan bahwa poligami diperbolehkan dengan satu syarat si suami harus berlaku adil. Tentu saja kalau ukuran keadilan diserahkan kepada pasangan suami istri bakalan tidak akan ketemu ujungnya, mau berdebat 7 hari 7 malam-pun dipastikan tidak akan ada kata sepakat tentang apa yang dimaksud dengan keadilan. Maka satu-satunya jalan untuk memutuskan apakah si suami bakal berlaku adil atau tidak harus diserahkan kepada hakim.

Mendengar permasalahan yang dikemukakan, si hakim bicara kepada istri :”Kebolehan berpoligami memang tercatat jelas dalam Al-Qur’an sekalipun memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Apa boleh buat, mau ditafsirkan model apapun boleh yaa boleh, tidak bisa dibikin jadi tidak boleh atau mengharamkannya. Kalau ibu menolaknya sama saja artinya mengingkari aturan Allah yang sudah ditetapkan-Nya..”. Mendengar omongan Hakim, si suami langsung nyengir lebar.

Continue reading