Ketika preman pangkalan tiba-tiba menulis puisi..

Kualitas dan karakter suatu puisi atau prosa atau juga tulisan yang terdapat dalam sebuah buku menggambarkan kualitas kecerdasan dan karakter orang yang menulisnya.

Suatu ketika ditahun 70’an Panitia Lomba Mengarang Bacaan Remaja dikejutkan oleh salah satu karya peserta yang berjudul ‘Koong..’, bercerita tentang hubungan seseorang dengan burung perkututnya. Para anggota panitia tersebut mengenal gaya tulisan dari cerpen tersebut, bahwa ini sangat mirip dengan novel-novel karya Iwan Simatupang seorang sastrawan yang terkenal. Namun untuk memastikan bahwa si pengarangnya adalah Iwan Simatupang, panitia tersebut tidak berani, karena selain si pengirimnya memakai nama lain, rasanya tidak mungkin sastrawan terkenal tersebut mau mengirimkan karyanya pada lomba yang sebenarnya ditujukan untuk tingkat pemula tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata memang benar, Iwan Simaptupang sendiri yang mengirim naskah karyanya untuk diikut-sertakan dalam lomba tersebut.

Continue reading

Informasi dari Allah..

Katakanlah ada seorang penulis buku, saya ambil contoh Karl Marx, dedengkot kaum komunis kelas dunia. Marx suatu ketika memiliki gagasan/ide tentang komunisme, sebagai suatu reaksi yang ada dalam pikirannya melihat ketimpangan masyarakat yang menganut paham kapitalisme yang sangat memeras dan memperalat kaum buruh. Sebelum gagasan/ide tersebut dituangkannya dalam sebuah buku yang kelak diberi judul Das Kapital, maka isi buku tersebut masih tersimpan di kepalanya, orang bilang masih dalam bentuk sinyal-sinyal listrik yang bekerja di otak Marx, belum berbentuk tulisan, huruf A, B, C, dst. Jadi kalau waktu itu kepala Karl Marx anda bedah, tidak bakalan ketemu susunan huruf tersebut disana. Sampai saatnya dedengkot komunisme ini merasa memiliki waktu dan kesempatan untuk menuangkan gagasan/ide tersebut kedalam sebuah buku, maka dia mulai menulis. Yang akan terjadi adalah gagasan/ide tersebut yang sebelumnya masih berbentuk sinyal-sinyal listrik yang ada di kepala Marx, disebarkan (saya tidak mengistilahkan : dipindahkan) ke dalam susunan huruf yang memiliki makna, membentuk kata dan kalimat, maka yang terjadi adalah gagasan/ide tersebut terkandung dan termuat dalam buku, yang diberinya judul : Das Kapital, isinya berbicara soal ide komunisme dan sosialisme sebagai reaksi dari paham kapitalisme yang mencengkeram masyarakat pada waktu itu.

Continue reading