Jilbab dan ghamis, sekali lagi.., jangan anggap remeh memakai simbol..!!

Pertanyaan sering diajukan tentang model pakaian dan atribut laki-laki yang mewakili nilai-nilai Islam :”Pakaian seperti apa yang bisa dikatakan sebagai pakaian Muslim..??”. Sebagian memakai ghamis Arab lengkap dengan ‘keffiyeh’ menutup kepala, lalu mereka merasakan diri sudah memakai pakaian Muslim. Yang lain pakai baju Yaman atau model mujahidin Afganistan, lalu menganggap itulah pakaian ‘ala’ Islam. Ada lagi yang pakai baju Pakistani, atau model baju Maroko yang sering dipakai oleh ustadz Jeffry (Uje), itu juga dikatakan model yang Islami. Yang ‘made in dalam negeri’ juga tidak ketinggalan, baju koko lengkap dengan sarung dan kopiah, bisa berwarna hitam atau putih., padahal baju koko sejatinya berasal dari Cina, sama sekali tidak ada urusannya dengan Islam. Bahkan saya pernah menemukan pakaian Islam kombinasi baju ghamis dengan sarung dan kopiah di kepala, saya sampai meledek dengan menjulukinya model ‘nuwahabi’ alias campuran gaya nahdiyin dengan wahabi. Kalau dalam pernak-pernik ajaran kedua kelompok ini sering berseberangan, ternyata dalam model pakaian malah bisa akur.

Continue reading

Advertisements