Ketika Allah menyatakan kedekatan-Nya kepada kita..

Mungkin kita pernah bertanya kalau kita memang diciptakan Allah untuk melaksanakan penghambaan kepada-Nya, lalu mengapa harus ada ritual ibadah sunnah, selain pelaksanaan ibadah wajib..?. Ibadah sunnah adalah ritual dengan ketentuan ‘apabila dikerjakan mendapat pahala, kalau tidak dikerjakan tidak beresiko apa-apa’. Rasulullah mencontohkan selain shalat wajib 5 waktu, kita juga dianjurkan untuk shalat sunnah 2 rakaat sebelum Shubuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Dhuhur, 2 rakaat setelah Dhuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah ‘Isya. Lalu ada qiyamul lail (shalat malam) 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat, shalat dhuha diwaktu pagi 2 sampai 8 rakaat. Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, ada puasa sunnah Senin-Kamis, atau yang punya ‘hobby’ berpuasa bisa melaksanakan puasa Daud, sehari puasa sehari tidak. Ada infaq dan sadaqah selain zakat wajib, ada umroh selain kewajiban berhaji. Lalu kalau kita diciptakan ke dunia untuk menyembah Allah, mengapa tidak ditetapkan saja semua hal tersebut menjadi suatu kewajiban, toh banyak orang yang sanggup melakukannya secara konsisten…?

Continue reading

Advertisements