Menjatuhkan pandangan di Pondok Indah Mall..

Senin kemaren, sebagaimana kegiatan rutin saya yang tinggal di Bandung dan kerja di Jakarta, saya dan istri berangkat agak siangan ke Jakarta. Sampai di tol Cikunir jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan iseng-iseng kami akhirnya memutuskan untuk turun di pintu Tol Lebak Bulus mau mampir ke Pondok Indah Mall di jakarta Selatan. Tadinya sih mau jalan-jalan sambil liat –liat jadwal film kalau ada film yang menarik untuk ditonton, jadi kami bisa nonton sampai sore baru pulang ke Bintaro. Sekalian melaksanakan shalat Dhuhur dan ‘Ashar di mall, karena kami tahu Pondok Indah Mall punya musholla yang bagus dan bersih dilantai III. Setelah memarkir mobil dibasement, kami naik eskalator menuju mall. Di depan kami ada 2 orang cewek yang kelihatannya baru pulang kuliah. Satu hal yang membuat saya harus mengalihkan pandangan kearah lain adalah cara berpakaiannya. Istri saya kelihatannya punya pikiran yang sama, makanya dia berbisik :”Lihat tuh..pakai celananya ketat sekali sampai cetakan celana dalamnya kelihatan, sedangkan yang satu lagi pakai rok jeans mini…”. Kedua cewek tersebut berada di depan kami, dan karena itu adalah eskalator naik dan posisi mereka berada di atas saya, anda bisa membayangkan bagaimana gambaran yang sedang terpampang. Saya harus mengalihkan pandangan dan menunduk sedalam-dalamnya karena memang ada perintah dalam Al-Qur’an. Kami lalu mengambil jalan menghindar dari arah kedua cewek tersebut agar saya tidak terus-terusan ‘terganggu’ dengannya. Ternyata dijalan yang lainpun sama saja, banyak perempuan memakai pakaian seksi, tanktop, celana pendek ketat, kaos ketat buntung, dll. Akhirnya malah selama jalan-jalan di mall saya harus menunduk terus…
Continue reading

Advertisements

Dengan Jilbab justru makin menarik..

Kalau ditanya kepada wanita :”Apa alasannya anda memamerkan aurat..?” maka jawabannya bisa macam-macam. Ada yang bilang karena merasa lebih fresh dan segar, ada juga yang bilang  lebih ‘pede’ karena mau memamerkan bagian yang dianggap indah untuk dipandang orang lain, bisa membuat kagum baik buat laki-laki maupun wanita lain, atau juga mengatakan memang merupakan cara untuk bersaing dan lebih menonjolkan diri agar menjadi fokus perhatian orang disekitar. Saya pikir tidak akan ada yang menjawab :”Ini hak asasi gue…, jadi gue pamer aurat untuk menyatakan kebebasan yang tidak bisa diatur oleh siapapun”, karena sepanjang memamerkan aurat merupakan tindakan yang tidak nyaman, maka hal tersebut pasti tidak akan dilakukan. Mungkin ada juga yang punya alasan :”Justru karena dilarang oleh Islam, maka aurat sengaja saya pamer, untuk menunjukkan pemberontakan saya terhadap aturan-aturan yang mengekang..”, kalau ini yang terjadi maka si wanita tersebut bisa dikategorikan sudah sakit. Namun anehnya ketika tahu laki-laki disekitar melotot ‘mengagumi’ aurat yang dipamerkan, si wanita malah repot sendiri menutup-nutupinya, dengan menarik-narik kebawah rok mini yang dikenakannya.

Continue reading